Susahnya Menghindari Tontonan Aurat Wanita
CelotehKu Tagged aurat wanita, cuci mata, film remaja, jalan-jalan, mall, sinetron, tontonan gratis September 12th, 2011Kali ini iseng-iseng mau nulis nih kalo susah bangets menghindari untuk tak melihat aurat wanita. Berbicara tentang aurat pasti udah banyak yang tau kan, pa lagi klo aurat wanita, perempuan atau cewek. Klo yang dibawah kulit itu dan biasanya keliatan memanjang dan berwarna kehijauan itu namanya urat loh bukan aurat, haha. So, aurat klo menurut saya sih simple aja yaitu bagian tubuh wanita yang nggak bisa ditampakin atau diperlihatkan didepan umum kecuali untuk muhrimnya. Tapi, kan ini tergantung dari wanitanya lagi mau ngasih gratis atau harus bayar tuk dpt melihat auratnya. Tenang aja sob, pasti kalian udah sering kan lihat aurat wanita secara gratisan.
Yups, oleh sebab terlalu banyak wanita apalagi yang masih gadis memberi tontonan gratis maka memang susah aja menghindari utk tak melihat auratnya. Ada yang bilang sih nggak dosa klo cuman ngeliat sekali atau kebetulan aja si gadis yang berpakaian seksi dan terbuka itu lewat depan kita, baru dapet dosa klo kita ngeliat tuk yang kedua kalinya palagi berulang-ulang ampe masuk ke pikiran kita dan terbayang-bayang, hihihi. Emang sih, susah atau nggaknya tuk menghindari tontonan gratis ini tergantung dari pribadi kita mau melanjutkan tuk ditonton atau berusaha menghindar secepat mungkin agar gak kebayang.
Cuman masalahnya tontonan ini selalu aja muncul dari segala sudut, mulai dari tontonan sinetron/fim remaja yang jelas selalu aja muncul di tv, jalan-jalan ke mal pasti lebih banyak lagi yang ngasih tontonan langsung dan gratis, pulang ke rumah eh malah tetangga yang asik duduk-duduk make celana pendek plus baju tanpa lengan. Astagfirullah, susah betul nih menghindarnya. Cuman juga nih, banyak katanya yang mau dan senang make pakaian yang bahannya kekurangan kain karena menurut si gadis sih nyaman dan pakaian itu biasa aja karena banyak yang make. Padahal dalam ajaran islam kan, yang hanya boleh dilihat secara umum pada diri wanita cuman muka dan telapak tangan.
Sebenarnya sih nggak harus tertutup semuanya juga. Saya sih masih maklum klo ada wanita yang belum bisa pake jilbab kan pastilah masih pake kaos pendek dan rok pendek, cuman nggak harus kan sampe keliatan ketek ama pahanya. Bahkan teman saya yang hobi cuci mata di mall berkata bahwa sekarang dia lebih banyak melihat paha gadis daripada paha ayam. Semuanya kembali ke diri kita masing-masing, suka ngeliat aurat yang gratisan dan yang ngasih tontonan auratpun fine2 aja, nggak ada masalah kok, manusia nggak bisa menuntut cuman bisa mengingatkan aja kan masih ada TUHAN yang membalas segala perbuatan kita di hari kemudian.
Baca Juga : Kuburan Juga Punya Nasehat







September 13th, 2011 at 16:52
wow, benar gan, sulit sekali kita tidak menemukan tontonan seperti itu, malah dikantor sekarang lagi trend, mereka perpakaian tetapi telanjang? hehehehe
[Reply]
September 18th, 2011 at 12:11
alow salam kenal …
jaman sekarang memang begitu mas, kalo gak gitu katanya gak ikur trends :>
Regards
[Reply]
Riris Reply:
September 19th, 2011 at 16:41
Trendnya Setan. Tinggal pilih ikut Allah atau Setan? Mau diarahkan Allah atau Tidak? atau mau jadi Anak Allah atau anak Setan? Tidak ada budak mempunyai 2 juragan. Pasti ia akan menghianati yang satunya.
[Reply]
September 19th, 2011 at 13:07
salam kenal mas..twitter aku @achmad_uki
apakah ini yang di salah satu ciri degradasi moral ya…
[Reply]
September 19th, 2011 at 14:22
kalau ga mau liat aurat wanita tinggal di kutub aja mas. kan dingin. siapa juga yg nekat buka aurat. bisa mati kedinginan. :p
[Reply]
ucokeren Reply:
September 19th, 2011 at 23:30
hahahaaha, liat aurat wanita pasti maulah apalagi klo halal
cuman kan kita sekedar menghindar aja susah, pasti ngeliat lah
cuman kan jgn sampe ketagihan, hehehe
[Reply]
September 19th, 2011 at 14:58
Zaman sekarang berjagalah, liat dunia bergelora
kedengaran sini sana, banyak kabar menggemparkan
berlindunglah pada Sabda Allah
[Reply]
September 19th, 2011 at 15:19
aku sebagai perempuan juga prihatin dengan kaumku. Bukan celana pendek atau rok pendek lagi yang dipakai, tapi superrr duperr pendek yang kadang kita sebagai sesama perempuan risih melihatnya.
[Reply]
ucokeren Reply:
September 19th, 2011 at 23:28
oh, gitu ya…
ternyata mbak risih jg toh klo ngeliat perempuan make rok mini
klo lelaki risih nggak ato malah seneng. hehehehehe
terserah anda :)
[Reply]
September 19th, 2011 at 15:24
“Saya sih masih maklum klo ada wanita yang belum bisa pake jilbab kan pastilah masih pake kaos pendek dan rok pendek, cuman nggak harus kan sampe keliatan ketek ama pahanya.”
Emang ketek (atau ketiak) itu termasuk yg bikin orang jelalatan yach?
[Reply]
ucokeren Reply:
September 19th, 2011 at 23:27
kayaknya ada jg tuh mas
pa lg yg puber (putih bersih)
heheheeh
[Reply]
September 19th, 2011 at 16:37
mahrom bukannya muhrim :)
[Reply]
September 19th, 2011 at 17:10
nise post
:)
[Reply]
September 19th, 2011 at 18:24
prasaan bule2 liat yg bugil juga biasa2 aja, punya otak yah jangan piktor mulu.
[Reply]
ucokeren Reply:
September 19th, 2011 at 23:23
mungkin bule itu biasa kali ya liat cewek bugil dpn mata,
bukannya hrs piktor truss kok aplg klo ngeliat cewek pake atas bawahnya mini
ato situ nggak piktor ya klo ngeliat gituan, ajarin dunkzz cara ngakalinnya :D
[Reply]
September 19th, 2011 at 18:35
Inilah namanya Degradasi Moral, beberapa tokoh negeri ini malah melegalkan adanya pola berpakaian yang serba mini
[Reply]
September 19th, 2011 at 21:16
Alasan nyaman jadi tameng huh…heran dengan zaman ini. Padahal dengan menutup aurat menambah wibawa perempuan. Mungkin karena terlalu mengikuti mode, jadi salah kaprah. Padahal dengan pake pakaian minim. budget perawatan tubuh jadi bertambah. Ya tabir suryalah, pemutih, lotin..dsb.
[Reply]
September 19th, 2011 at 23:45
Di dlm tubuh manusia ada segumpal daging yg namanya hati..jika ia melakukan dosa, maka muncullah noda hitam, jika ia melakukan berulang-ulang lagi maka akhirnya hitam-lah seluruh permukaan hatinya dan jika terus dilanjutkan perbuatan dosanya itu, maka hatinya membatu. Sehingga sesuatu perbuatan dosa yang jelas-jelas dilarang Allah akan dianggap sebagai perbuatan biasa..maka jika kita termasuk orang yang membenarkan perbuatan yang jelas dilarang Allah…bisa jadi hati kita sudah menghitam bahkan membatu seperti yg telah disabdakan oleh Rasulullah…
[Reply]
akuqzero Reply:
Januari 3rd, 2012 at 09:03
@Anto,
mau ah kata-katanya…
[Reply]
September 20th, 2011 at 00:20
ini mah tergantung situas si pemakai baju dan si subyek …kalo memang dasarnya ngeres ya ngeres….otaknya.
[Reply]
September 20th, 2011 at 04:59
nice post, ijin share ya :)
[Reply]